cafe
|
cafe-cafe
bergaya fusion di
Surabaya |
|
"Jika akhir-akhir ini Anda berkunjung ke
Surabaya, tampak beberapa hal yang baru. Salah satunya adalah semakin banyaknya
resto-resto yang menawarkan hidangan bergaya
fusion yaitu perpaduan antara citarasa barat dan timur. Empat
resto berikut ini patut Anda coba. Karena keempatnya
tak hanya memanjakan lidah dan perut, tetapi suasana
dan atmosfer yang nyaman." |
|
|
cAfé Sampoerna
|

|
Original dan punya sentuhan nilai
historik. Dua hal itulah yang
sangat menonjol dari cAfé Sampoerna. Berlokasi di Taman Sampoerna, tak
jauh dari Jembatan Merah, resto yang satu ini berhasil memadukan
suasana tempoe doeloe dengan sentuhan modern dinamis. cAfé
Sampoerna merupakan bagian dari House of Sampoerna, terdapat di sebuah
gedung kuno peninggalan zaman kolonial Belanda yang indah dan megah.
Kesan kuno berpadu serasi dengan sentuhan modern, tampak melalui
pemilihan desain interior yang bernuansa art deco. Sentuhan ini kental terasa
pada pemilihan lukisan-lukisan yang bergaya kontemporer. Selain itu
berbagai poster unik bergaya klasik modern juga menghiasi ruangan ini.
cAfé Sampoerna dibuka 9 Oktober 2003 dengan kapasitas ruang
yang mampu menampung 96 orang. Konsep dari cAfé Sampoerna ini
memadukan suasana kasual dengan fine dining. Pengunjung dapat menikmati
hidangan di dalam ruangan yang sangat artistik. "Rencananya setelah musim
hujan usai kami akan menyediakan tempat makan di luar ruangan," kata
Hari Murti, cAfé Manager. Resto ini buka setiap hari. Dari hari Senin
sampai Kamis dan Minggu buka pukul 09.00-22.00 WIB, sedangkan hari Jumat, Sabtu, dan hari libur buka pukul 09.00-24.00
WIB. Khusus untuk
weekends ada live music berupa live
band mulai pukul 20.00-24.00 WIB.
Untuk hidangan, cAfé Sampoerna menawarkan berbagai jenis
hidangan bernuansa Barat dan Timur. "Selain kombinasi antara Asia dan Eropa,
juga ditonjolkan citarasa original pada tiap hidangan," ujar Hari.
Oleh sebab itu bahan masakan yang digunakan dipilih yang
berkualitas tinggi dan sangat terjaga kesegarannya. Pengalaman
Widhijanto H. Kusuma sebagai chéf sangat mendukung terwujudnya konsep
hidangan yang bercitarasa asli itu. Chéf ini pernah bekerja di San Diego, Amerika
Serikat, Perancis, Thailand, dan tergabung dalam Singaporean
Chéf Association.
Untuk hidangan utama, cAfé Sampoerna
mempunyai beberapa menu andalan. Empat di antaranya
adalah Singaporean Laksa, laksa khas Penang Malaysia dengan
rasa santan kelapa yang sangat terasa, dan Beef Black
Pepper, daging sapi dengan lada hitam yang dimasak a la Szechuan. Ada juga Hainan Chicken Rice. "Yang spesial dari
Hainan Chicken Rice ini terletak di ayamnya. Ada dua jenis ayam
dalam satu hidangan, yaitu steam dan roast
chicken," papar Widhijanto. Untuk hidangan yang bercitarasa Barat,
cAfé Sampoerna mempunyai menu andalan Chicken Cordon
Bleu dengan House Salad yang segar dan lezat. Sedangkan
untuk hidangan penutup, Anda bisa mencicipi tiramisu dan
cheesecake. "Untuk tiramisu kami buat dari keju marscapon asli, lo. Rasanya sangat
khas. Agak asam dengan sentuhan
rasa kacang sehinga rasanya sangat original," jelas Widhijanto.
Cheese cakenya sendiri mengambil keaslian dari cheese
cake khas Amerika yang solid, padat, dan kejunya sangat terasa. Cheese cake ini disajikan dengan saus stroberi dan
mangga.
Minuman yang ditawarkan oleh cAfé Sampoerna juga
tak kalah menarik, yaitu Iced Tea beraneka rasa, seperti
lemon, blackcurrant, dan mango. Terdapat pula beragam
smoothies, seperti strawberry smoothies. Rasanya sangat segar.
Harga yang ditawarkan untuk seporsi hidangan utama berkisar
antara Rp.38 ribu sampai dengan Rp.125 ribu. Untuk beberapa
waktu mendatang cAfé Sampoerna rencananya akan
menyajikan hidangan bergaya Mediteranian dengan gaya Lebanon.
Selain resto dengan suasana yang unik dan
hidangan bercitarasa original, di bagian depan cAfé terdapat The
Kiosks yang menjual beraneka merchandise khas Sampoerna. Sedangkan di belakang terdapat The Art
Galery. Bukan
hanya itu saja, di sebelah cAfé ada The Museum, yang
memamerkan sejarah berdirinya Sampoerna sampai saat ini. Di sini juga
para pengunjung juga dapat menyaksikan langsung proses
kerja para karyawan melinting rokok. |
|
|
Redwoods - Grill · Noodle · Café
|

|
Kesan pertama saat memasuki tempat ini adalah
it's a comfy place. Tidak ingar-bingar meskipun di luar suara kendaraan bermotor
sangat bising. Suasananya sangat tenang dan hangat. Cahaya lampu
bernuansa keemasan ikut mendukung suasana.
Redwoods terletak di tengah kota Surabaya, tepatnya di jalan Gubeng. Meski baru
saja dibuka, Oktober 2003, resto ini sudah punya konsep dan gaya
yang baru di Surabaya. Dengan tagline "The east-west fusion
restaurant, where east and west meet", Redwoods menawarkan citarasa
baru bagi masyarakat Surabaya.
Ada beberapa pilihan tempat untuk menikmati hidangan di
resto ini. Pertama, di bagian depan resto. Area ini dikhususkan
bagi pengunjung yang merokok. Suasana di sini lebih informal dan santai. "Biasanya area ini untuk pengunjung yang hanya sekadar
minum kopi atau makan ringan saja", ujar Eddy
Setio, Marketing Manager Redwoods.
Kedua, di bagian dalam resto. Suasananya lebih formal.
"Para pengunjung biasa menjamu relasi bisnis di ruang ini," tambah Eddy.
Di salah satu sudut di bagian dalam
resto, terdapat
beberapa sofa melingkar berwarna merah. Cahaya lampu
kemerahan dipancarkan dari ornamen-ornamen kayu berwarna merah
yang terletak di atas sofa. Secara keseluruhan desain interior dalam resto ini tidak "berat", justru sangat simpel dan
rapi. Pemilihan warna
dan ornamen-ornamen desain tidak jauh dari warna cokelat dan
creme. Tampaknya kayu merupakan unsur dominan dari interiori. "
Kami mempunyai gaya interior tersendiri, yaitu minimalis klasik", kata Eddy.
Sesuai dengan konsep the east-west
fusion, hidangan yang disajikan merupakan perpaduan citarasa Barat dan Timur. "Kami
ingin memperkenalkan fusion food pada masyarakat Surabaya. Saat
ini menu fusion baru 25 persen, tetapi diharapkan 2 bulan
mendatang akan bertambah menjadi 75 persen," ujar Eddy.
Sebagai appetizer tersedia Chéf Salad yang segar dan
sehat. Juga
dan Brocolli Cream Soup yang lezat. Sementara sebagai
Main Course Anda dapat memilih Chicken Katsu Baguette, perpaduan
citarasa Jepang dan Perancis dengan saus mayones yang mengoda. Ada
juga beberapa jenis pizza, seperti Pizza Rendang dengan sentuhan
rasa rendang yang khas dan Pizza Thai Chicken yaitu pizza dengan
topping spicy Thai chicken.
Kalau suka mi, andalan café ini adalah Mee
Krob. Mi
yang digoreng kering sehingga rasanya sangat renyah ini,
dipadukan dengan spicy chicken dan udang.
Untuk minumannya, Redwoods menawarkan beberapa jenis
kopi, wine, dan cocktail. Lain lagi dengan penutupnya. Coba saja ice
cream dari New Zealand Natural ice cream. Segar, lo.
Redwoods beroperasi setiap hari dari jam 11.00-23.00
WIB.
Menu makanan berkisar antara Rp 18 Rp 45 ribu. Khusus di hari
Sabtu dan Minggu, pengunjung akan dihibur oleh live
music berupa permainan piano. Jika Anda menginginkan tempat makan yang enak, suasana
tenang, dan letak di tengah kota, Redwoods bisa
dijadikan salah satu pilihannya. |
|
Resto Nine
Resto Nine menawarkan suatu atmosfer yang berbeda dari
resto-resto di Surabaya lainnya. Konsep awal dari resto ini,
menyajikan makanan beserta suasana hotel berbintang lima. "Kami
ingin masyarakat Surabaya dapat merasakan makanan serta suasana
seperti resto-resto di hotel berbintang lima tanpa harus ke hotel tersebut," papar Rizal Renaldy, Supervisor Resto Nine.
Di tanah seluas 900 meter persegi Resto Nine
mempunyai beberapa pilihan tempat bagi pengunjung. Di ruang dalam
terdapat 23 meja yang dipadankan dengan sofa bergaya klasik. Di sudut
ruang terdapat grand piano yang ditemani beberapa sofa. Tempat
yang sangat nyaman untuk bersantai sambil mendengarkan alunan piano.
Tidak jauh dari sudut tadi, terdapat bar dengan beragam
pilihan wine dan liquor. Selain itu juga disediakan dua ruang khusus
yang bergaya Chinese dan Western. Menurut Rizal, ruangan ini
biasanya digunakan untuk jamuan makan khusus dan lebih
private.
"Ruangan ini dipakai untuk jamuan makan yang dihadiri
oleh 12-14 orang dengan minimal pemesanan sebesar Rp.750 ribu," tambahnya.
Suasana di ruang khusus ini tak kalah menariknya dengan
ruang utama. Ruang yang bergaya Cina sangat kental dengan
sentuhan oriental, baik dari desain interiornya maupun dari ornamen-ornamennya. Beragam keramik khas Cina disusun
artistik.
Sedangkan ruang yang bernuansa Western bergaya klasik sehingga kesan
ekslusif dan cozy sangat terasa di setiap sudut resto ini.
D luar ruang terdapat 21 meja. Kesan klasik juga masih
terasa meskipun suasananya lebih kasual. Pilihan interiornya pun lebih
ringan dan natural. Gemericik air dan gerak-gerik ikan yang berenang di kolam menambah suasana jadi lebih relaks dan menyatu dengan
alam. Terdapat pula sebuah hall yang berkapasitas 100 orang.
"Ruangan ini biasanya digunakan untuk
meeting," kata Rizal.
Resto Nine yang mulai beroperasi 18 Oktober 2003
ini menawarkan beragam menu pilihan bercitarasa internasional.
Salah satu menu yang menjadi andalan adalah Chicken Cordon
Bleu. Sebagai teman bersantap, tersedia pilihan minuman wine
dengan harga yang kompetitif. "Selain makanan Barat, kami juga punya
menu khas lokal yang nggak kalah enaknya, lo," ujar Rizal.
Untuk seporsi hidangan utama harga yang ditawarkan
mulai dari Rp.29.900,- sampai Rp.109.900,- Resto yang terletak di jalan Mayjend Sungkono ini buka
setiap hari mulai pukul 11.00-23.00 WIB. Setiap malam para
pengunjung dihibur oleh live music yang didukung oleh
live band. Tema musik yang dimainkan berbeda-beda di setiap malamnya.
Misalnya,
oldies dan jazz. Untuk beberapa waktu mendatang rencananya Resto
Nine akan membuka bakeri di sayap kiri restoran dan
cigar lounge di lantai dua. Atmosfer klasik, berkelas, dan ekslusif sambil
menikmati hidangan bercitarasa internasional merupakan perpaduan
istimewa yang dapat Anda nikmati di resto ini |
|
|
Hachi hachi bistro japan euro cuisine
|

|
Letaknya bisa dibilang lumayan jauh dari pusat
kota, yaitu
di sebelah barat Kota Surabaya, tepatnya di Taman Gapura Citraraya. Meskipun jauh dari keramaian
kota, tempat ini selalu ramai dipadati pengunjung setiap hari. Sampai-sampai
para pengunjung harus rela antre menunggu tempat duduk
yang kosong. Hachi hachi bistro memang sangat unik dan istimewa. Satu kalimat yang dapat mewakili tempat ini
adalah ... very very worth it
Resto ini didirikan Februari 2003 oleh
Alfred Charano dan Bernardus Yohanes. Duo Alfred-Bernard ini mempunyai
latar belakang di bidang perhotelan dan sempat bekerja di kapal pesiar. Alfred sendiri pernah menimba ilmu di negeri Paman
Sam. Pengelaman mereka itulah yang kemudian menginspirasi resto
yang menawarkan ragam sushi ini.
"Pada awalnya kita hanya coba-coba dan nggak mengira
bisa seramai ini," jelas Alfred Charano.
Memang awal mulanya, sesuai dengan
namanya, hachi
hachi bistro dibuat kecil. Dalam bahasa Perancis, bistro memiliki arti resto
kecil. Sedangkan hachi hachi, diambil dari bahasa Jepang yang
artinya delapan delapan.
"Tidak ada maksud tertentu,
sih, hanya karena lucu
didengar dan mudah diingat saja," ujar Bernardus Yohanes.
Tujuan sang pemilik menghadirkan hachi hachi bistro
ini sebetulnya menghilangkan anggapan bahwa makanan jepang
itu fancy, khususnya sushi. Dan, tampaknya usaha tersebut tidak sia-sia.
Buktinya, pengunjung membludak setiap hari.
Para pengunjung itu ditawarkan berbagai hidangan
yang memanjakan lidah dan perut dengan harga terjangkau. "Tetapi
tetap yang terbaik. Entah dari segi bahan, porsi, maupun rasa," cetus
Bernard seraya menyebutkan bahwa harga sushinya bisa sampai
sepertiga harga pasaran.
Selain sushi, hachi hachi bistro juga menyajikan
hidangan bercitarasa Jepang dan Eropa. Menu andalannya sushi roll,
antara lain Volcano Roll yang berisi crabstick, ketimun dan avocad
yang digulung dan dilapisi krim yang spicy lalu dipanggang. Ada juga
Spicy Dynamite Roll, yang isinya tuna, salmon, crabstick, dan
asparagus. Yang ini dilengkapi dengan spicy aiolo sauce dan green onion.
Selain itu, Alaskan Roll juga tak kalah lezat. Isinya, tuna dan
salmon, dilengkapi cream cheese sauce. Bagi penggemar udang,
ada Chrunchy Roll yang berisi udang tempura
Berbeda dari sushi-sushi resto Jepang
lainnya, sushi roll di
sini sudah diadaptasi dengan lidah lokal Indonesia. Sehingga rasanya
tidak terlalu amis dan lebih spicy. "Dari sekian puluh jenis sushi roll,
volcano roll-lah top sellingnya," ujar Alfred.
Baru-baru ini resto ini menawarkan menu
baru. Super
Booster, namanya. Dalam satu plate berisi Volcano Roll, beragam jenis
sushi, dan Tempura Roll. Untuk seporsi sushi roll yang berisi 6-8
pieces ini, harganya berkisar dari Rp.14.000,- sampai 19.500,-
Untuk hidangan bercitarasa Eropa, ditawarkan menu
andalan, Surf and Turf. Menurut Bernard, idenya diambil dari perpaduan
antara laut dan darat. Sehingga dalam satu hidangan terdapat
tenderloin dan udang yang disajikan dengan saus yang lezat. Harga
hidangan bercitarasa Eropa ini pun terjangkau. Harga termahal Rp.29.900.
Di resto yang bergaya modern futuristik dengan warna
dominan merah hitam ini, Anda juga bisa mencicipi beragam jenis minuman. Mulai dari
oca, teh hijau khas Jepang sampai avocado
mochacino yang sangat nikmat. Dengan kapasitas 44 orang, tempat
ini mempunyai beberapa pilihan tempat duduk. Kalau ingin santai,
pilih yang lesehan. Selain itu ada juga beberapa sofa dan kursi.
Tetapi kalau ingin menikmati makanan sambil melihat keandalan para
chéf membuat sushi, silakan duduk di depan sushi bar.
Tempat mana pun yang Anda pilih, suasana di hachi hachi
bistro terasa sangat homey (seperti rumah sendiri) dan
friendly. Di tempat ini pengunjung bisa berlama-lama, ngobrol sambil
menikmati makanan yang enak dan lezat. Atmosfernya sangat santai dan kasual. Tak
heran, tempat ini umumnya selalu dipadati anak muda.
"Mayoritas pengunjung memang anak muda, kira-kira 90 persen dari
total pengunjung," papar Bernard yang membuka restonya Selasa
sampai Minggu, dari pukul 16.00 hingga 22.00.
Tingginya animo masyarakat Surabaya terhadap hachi hachi
bistro ini membuat duo Alfred-Bernard termotivasi
untuk mengembangkan usahanya. Segera saja dibuka hachi hachi
bistro nextdoor yang letaknya di seberang jalan "Di situ kami
lebih memfokuskan perpaduan antara masakan Jepang dan Eropa
dalam satu hidangan," ujar Alfred.
Selain itu, rencananya hachi hachi bistro juga
akan mengembangkan sayapnya ke Jakarta. |
KIRIMAN
NINA W. KRISTIANTO
|