Sedap Sekejap Edisi 01/I-Desember 1999

 

TATA SAJI LEBARAN GAYA
Etnik Tradisional

 

Setelah berpuasa sebulan penuh, Hari Lebaran merupakan hari kemenangan. Jadi, sungguh wajar bila kita ingin menghadirkan jamuan istimewa di saat nanfitri itu. Boleh jadi Anda sudah kebingungan memikirkan, bagaimana menata meja hidang untuk saat itu. Rasanya semua gaya sudah pernah Anda terapkan setiap kali Lebaran. Nah, bagaimana bila meniru gaya etnik tradisional yang diterapkan oleh Lies Johan ini?

 

Gaya etnik tradisional boleh dibilang sudah menjadi ciri khas Lies Johan dalam menata meja pesta. Entah pesta Lebaran, pesta ulang tahun, atau acara arisan. "Gaya etnik tradisional membuat kita merasa akrab satu sama lain," ungkap pemilik Galeri 59 ini.

Pernyataan Lies memang tepat. Penataan mejanya selalu menarik dan digemari tamu-tamunya. Khusus bagi Anda kali ini ia menampilkan gaya etnik tradisional di alam terbuka. Untuk itu, Lies spesial memasang tenda besar di halaman rumahnya.

Tenda saja tidak cukup. Bukan Lies, kalau ia menghadirkan hidangan di meja makan begitu saja. "Seluruh ruang di sekitar meja juga harus ditata sedemikian rupa agar mendukung suasana pesta," katanya.

Maka tanpa segan-segan, ia memindahkan beberapa furniturenya nan berat itu ke dalam tenda. "Kalau sudah begini segala hal mungkin saja buat saya. Bahkan menggantung cermin di dinding tenda yang dari plastik itu pun harus bisa tanpa merobekkan tenda," kata Lies.

Ruang tenda yang tak seberapa luas itu kemudian ditatanya agar tetap berkesan luas dan memudahkan orang hilir-mudik di dalamnya. Di sisi kiri diletakkan 2 buah meja yang mengapit lemari antik. Satu meja berisi hidangan penutup beserta kue-kue tradisional, sementara di lemari antik, berjajar stoples-stoples tradisional berisi kue-kue kering Indonesia dan kerupuk. Satu meja lagi dijadikannya tempat meletakkan piring dan sendok.

Di sisi kanan Lies menaruh bangku panjang dan dua meja sudut. Area ini pun tak luput dari sentuhan tangannya. Lies menggantungkan jendela tradisional yang sudah dimodifikasi dengan penambahan cermin. di tengah ruangan dipasangnya meja bulat untuk hidangan utama. Sementara pada dinding di belakang meja makan digantungkannya cermin indah yang membuat ruangan jadi kian terang dan luas.

Setelah itu barulah ia menambahkan aksen "kampung" di mana-mana. Salah satunya adalah menaruh lampu teplok di meja makan dan meja kue. Coba bayangkan suasana yang dihasilkan hanya dengan menaruh lampu tradisional ini. Cantik dan dramatis!

Untuk memperkental gaya tadi, Lies juga meletakkan dua pot pohon pisang. "Saya suka pohon pisang. Di dalam rumah pun selalu ada pohon pisang. Ini membuat kita makin dekat dengan alam," papar ibu yang sedang menantikan anak ketiga ini.

Selebihnya tentu perangkat makan yang dipilih secermat mungkin. Perangkat-perangkat kayu antik yang sebetulnya berfungsi tempat sirih atau wadah lain pun bisa jadi tempat kue cantik di tangan Lies. Simak saja meja tempat kue yang dipenuhi wadah kayu indah itu.

Nah, kalau sudah begini, Lebaran rasanya semakin berkesan, bukan? sdp @Semy

Penataan: Lies Djohan
Lokasi: Kediaman Lies - Cinere
Foto : Veri Valensi & Rynold Sarmon

Hidangan Utama l Icip-icip l Hidangan Sebulan l Masuk  Dapur l Koki Cilik l Reka l Jumpa Pakar l Manca Kuliner
Seputar Kuliner
l Varia Kuliner l Pernik Cantik l Konsultasi Gizi l Resto Ke Resto l Silaturahmi l Kosa Kuliner  
Dapur Gaya
l Sajian Mendatang l Ulas Bahan l Kreatif l Kunjungan l Managemen
Coretan Redaksi
l Sajian Pembaca l Uji Saji l Konsultasi Kuliner l Anda dan Kami
 Jalan-Jalan
l Sehat Artikel l Teknopangan

KE MENU UTAMA