Sedap Sekejap Edisi 13/I-Desember 2000

 

 

RENDANG TIDAK HANCUR

Ibu Pengasuh yang terhormat,
Lebaran nanti saya ingin membuat rendang daging untuk pelengkap makan ketupat. Tapi pengalaman saya selama ini, rendang buatan saya, meski enak rasanya, tetapi hancur bentuknya.
Kalau boleh saya minta saran bagaimana cara membuat rendang daging yang empuk, tetapi dagingnya tidak hancur.
Atas saran yang diberikan, saya ucapkan terima kasih.
Ny. Aryati-Surabaya

Ibu Aryati di Surabaya,
Wah, kalau Ibu sudah berhasil membuat rendang yang enak, paling tidak Ibu sudah cukup oke, lo. Tidak banyak orang yang bisa membuat rendang yang enak. Nah, mari saya bisikkan rahasia daging rendang tetap mulus.
Pertama, rebus santan bersama bumbu sambil diaduk hingga mendidih lalu masukkan daging. Biarkan di atas api kecil sampai santan megeluarkan minyak. Pada saat ini biasanya daging sudah hampir empuk. Nah, aduk perlahan terus menerus. Tujuannya agar daging tidak hangus. Setelah daging empuk, keluarkan daging dari kuahnya.
Aduk terus kuahnya sampai betul-betul kering. Setelah itu matikan api dan masukkan kembali potongan rendang. Nah, mulus, kan, dagingnya?


KUE KERING CEPAT LEMBEK

Ibu pengasuh yang setia,
Saya ingin membuat kue kering untuk Lebaran nanti, tapi saya masih takut sebab setiap saya membuat kue kering selalu cepat lembek dan tidak renyah.
Nah, bagaimana, ya, Bu, agar kue kering yang saya buat bisa renyah dan tahan lama?
Ny. Adnan-Jakarta

Ibu Adnan yang setia,
Pastikan Anda mengoven kue sampai benar-benar matang. Seringkali kita terkecoh saat mengoven kue kering. Ketika kita tekan-tekan kuenya, rasanya seperti sudah matang, tetapi keesokan harinya kue menjadi lembek.
Pengovenan kue kering memang harus agak lama. Makanya apinya harus sering dikontrol. Jangan terlalu besar supaya kue betul-betul matang sampai ke dalam. Hati-hati juga saat menyimpannya. Jangan dikemas kalau belum dingin betul.


RAHASIA KETUPAT SUKSES

Ibu pengasuh yang terhormat,
Saya pengantin baru. Lebaran nanti saya wajib mengirim antaran ketupat kepada mertua. Padahal seumur-umur saya nggak pernah bikin ketupat, lo. Makanya saya takut kalau-kalau ketupat yang saya buat nanti hasilnya tidak bagus. Malu, kan, Bu.
Saya ingin ibu pengasuh memberikan jalan keluar agar ketupat yang saya buat nanti hasilnya bersih, padat, dan tidak memalukan.
Atas sarannya, saya ucapkan terima kasih.
Ny. Danar-Jakarta selatan

Mbak Danar yang masih pengantin anyar
Hai, kenapa takut membuat ketupat? Mari kita mulai dari awal. Pilih selongsong ketupat yang warnanya bagus supaya hasilnya nanti juga bagus warnanya. Nah, sampai di rumah, tarik tiap anyaman supaya betul-betul rapat, tidak ada celah. Selongsong yang kurang rapat membuat ketupat ada garis-garis cokelatnya.
Isi ketupat dengan beras yang telah dicuci hingga setinggi 60 persen dari tinggi selongsong. Masukkan ketupat saat air sudah mendidih. Apabila ketupat mulai bermunculan karena airnya menyusut, tambahkan air panas (bukan air dingin). Nah, rebus ketupat selama 5 jam. Jangan pernah lupa mengontrol air supaya ketupat selalu terendam.
Setelah ketupat matang, gantung ketupat supaya tiris benar. Ketupat yang basah tidak tahan lama, lo. Nah, kalau sudah lewat satu hari, panaskan dulu, ya, Mbak sebelum disuguhkan. Cara memanaskannya, bukan direbus, tetapi dikukus. Nah, selamat mengirim antaran. Kami doakan agar ketupat Anda betul-betul bagus dan Anda dipuji mertua.

 

Hidangan Utama l Icip-icip l Hidangan Sebulan l Masuk  Dapur l Koki Cilik l Reka l Jumpa Pakar l Manca Kuliner
Seputar Kuliner
l Varia Kuliner l Pernik Cantik l Konsultasi Gizi l Resto Ke Resto l Silaturahmi l Kosa Kuliner  
Dapur Gaya
l Sajian Mendatang l Ulas Bahan l Kreatif l Kunjungan l Managemen
Coretan Redaksi
l Sajian Pembaca l Uji Saji l Konsultasi Kuliner l Anda dan Kami
 Jalan-Jalan
l Sehat Artikel l Teknopangan

KE MENU UTAMA