Sedap Sekejap Edisi 2/I-Januari 2000

 


Hidangan Cirebon Tetap Digemari
NASI DIBUNGKUS DAUN JATI TETAP PALING FAVORIT

 

TAHU GEJROT

Tak banyak orang yang tahu mengapa tahu yang disantap bersama saus kecokelatan ini dinamakan tahu gejrot. Tetapi kata sebuah sumber nama itu diambil dari cara memberi saus yang digejrotkan (dikeluarkan dari botol melalui lubang dengan cara dikocok-kocok). Biasanya penjual tahu gejrot menyediakan 2 piring terbuat dari tanah liat seukuran telapak tangan orang dewasa. Piring pertama digunakan untuk tahu goreng yang sudah di iris-iris. Piring kedua berisi ramuan khas yang terdiri dari bawang merah, cabe, dan garam. Bumbu ini kemudian diulek lalu ditambahkan saus berupa campuran gula merah dan kecap tadi yang dibubuhi sambil digejrot kan tadi.

Penganan ini bisa ditemukan di hampir setiap sudut kota Cirebon. Salah satu pedagangnya adalah Sarkim (32) yang sudah 10 tahun menjajakan dagangan ini. Daerah operasinya meliputi jalan-jalan utama Cirebon seperti Pagongan, Karanggetas, dan Siliwangi. Ia berjualan sejak jam 9 pagi hingga 5 sore.

Tahu-tahu ini diambilnya dari seroang bandar tahu gejrot di daerahnya sekitarCiledug, 35 km ke arah timur Cirebon. Karena bergabung dengan bandar tahu gejrot ini, ia berkesempatan mengikuti acara-acara resmi di kota Cirebon yang menghadirkan makanan-makanan khas Cirebon. Dalam satu hari ia bisa mendapatkan keuntungan hingga 20 ribu rupiah. "Lumayanlah untuk biaya makan sehari-hari", tuturnya.

OLEH-OLEH KHAS CIREBON

Kecuali makanan khas di atas, ada pula makanan Cirebon lain yang berupa keringan yakni kerupuk udang, rangginang, emping, klitik (butiran jagung yang dipukul gepeng lalu digoreng dengan rasa asin dan manis), encrod (keripik singkong pedas), kerupuk melarat, rebon, ikan asin, petis udang, dan terasi. Nah, oleh-oleh ini bisa didapat di Pasar Pagi, pasar tradisional yang terletak di Jl. Karanggetas atau di Jl. Lemah Wungkuk.

Yang paling sering dicari orang adalah kerupuk melarat. Warnanya kuning, merah, atau hijau, dibuat dari tepung tapioka. Rasanya manis-manis asin. Disebut melarat, karena digoreng di atas pasir. Rangginang yang terbuat dari ketan juga tersedia dalam berbagai jenis dan ukuran di pasar ini. Ada yang mentah, ada yang sudah digoreng. Rasanya pun bermasam-macam, ada yang manis, asin, pedas dan rasa udang.

Ikan asin jambal roti juga termasuk yang disukai banyak orang. Ikan asin ini bisa didapatkan dengan harga 20 - 22 ribu per kilonya. "Tergantung jenisnya mas. Ada yang agak keras atau yang renyah", ujar Mastiyah, seorang penjual di situ. Selain itu juga tersedia keripik yang terbuat dari kulit ikan jambal roti yang diiris tipis.

ES CUING

Es Cuing sebetulnya tak ubahnya dengan cincau hijau. Cara penyajiannya saja yang berbeda. Bila di sini orang menjual es cincau dengan sirup yang dibuat dari gula putih, es cuing disantap dengan sirup gula merah, es serut dan siraman santan. Ciri khas lain, saat dimasak, sirup gula merah dicampur dengan sobekan daun pisang kering untuk memberi aroma. Rata-rata es cuing dijual Rp 500 per gelas. Rasanya sungguh segar di tengah teriknya suhu udara Cirebon yang cukup menyengat.

MI KOCLOK DAN TEH POCI

Mi selalu terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia. Cirebon pun memiliki mi yang khas yang disebut mi koclok. Salah satu kedai mi koclok terdapat di depan Keraton Kasepuhan Cirebon.

Memakan Mi Koclok sebaiknya dalam keadaan perut lapar. "Rasanya sangat gurih, sehingga cepat kenyang", tutur Enah, yang sudah 7 tahun berjualan di situ. Gurihnya mi berasal dari kuah yang terdiri dari campuran kaldu ayam dan santan yang sangat kental. Sedangkan isinya berupa mi telor yang telah direbus, irisan telur rebus, daging ayam, taoge, dan kol. Semua ini lalu disiram dengan kuah gurih yang masih panas. Harga per mangkuk Rp 3.000.

Di komplek ini pula bisa ditemukan teh poci. Minuman hangat ini harganya Rp 2.500 disajikan dalam poci kecil terbuat dari tanah liat serta gelas yang berisi gula batu. Di komplek Keraton Kasepuhan ini terdapat sekitar 8 kedai yang menyediakan teh poci. Tentu masih ada jajanan lain seperti, nasi goreng, soto ayam, sate kambing, dan gule.

EMPING DAN INTIP

Bila Anda menyusuri Jl. Raya Gunung Djati menuju Indramayu, maka akan Anda temui emping dan intip. Kedua makanan ini memang sudah sejak lama menjadi home industry di daerah ini sejak puluhan tahun lalu.

"Sudah 20 tahun lebih saya membuat dan menjual emping", tutur Ikhsan (61). Menurutnya ada sekitar 20 lebih rumah tangga yang membuat usaha emping ini. Biasanya ia membuat emping seminggu sekali dengan bahan 100 kg tangkil (mlinjo) yang didatangkan dari Banten, Kuningan, atau Rajagaluh.

Mlinjo kemudian disangrai dengan pasir panas selama kurang lebih 15 menit, lalu dipukul untuk memecahkan kulit serta mengeluarkan dagingnya. "Dagingnya yang berwarna putih inilah yang diolah menjadi emping yang tipis, atau kripik mlinjo yang kecil-kecil", tuturnya.

Emping ini dijualnya sekitar Rp 20 ribu hingga Rp 24 ribu per kilonya. Terkadang ia menerima pesanan untuk ekspor ke Singapura, Malaysia, atau Arab. Kegiatan pembuatan emping akan meningkat menjelang muludan (memperingati Maulid Nabi). Di saat-saat seperti itu ia membutuhkan 8 kwintal mlinjo.

Pengusaha emping biasanya juga membuat intip, makanan yang terbuat dari kerak nasi. Kerak nasi yang terdapat di dasar panci ini dilepaskan, lalu dijemur hingga kering. Setelah itu digoreng hingga mengembang dan diberi bumbu penyedap. Jika ingin yang manis, bisa diberi larutan gula merah. Sementara untuk yang asin, diberi ramuan yang terdiri dari bawang putih, ketumbar, santan, gula, dan garam. Bumbu ini dioleskan ketika intip baru saja diangkat dari penggorengan sehingga aromanya sangat menggoda. Rasanya renyah sekali, mirip-mirip dengan rangginang. Harganya? "Murah kok, cuma Rp 8.000 sekilo", ujar Endah, seorang pembuat dan penjual intip.

lanjut >>

 

Hidangan Utama l Icip-icip l Hidangan Sebulan l Masuk  Dapur l Koki Cilik l Reka l Jumpa Pakar l Manca Kuliner
Seputar Kuliner
l Varia Kuliner l Pernik Cantik l Konsultasi Gizi l Resto Ke Resto l Silaturahmi l Kosa Kuliner  
Dapur Gaya
l Sajian Mendatang l Ulas Bahan l Kreatif l Kunjungan l Managemen
Coretan Redaksi
l Sajian Pembaca l Uji Saji l Konsultasi Kuliner l Anda dan Kami
 Jalan-Jalan
l Sehat Artikel l Teknopangan

KE MENU UTAMA