![]()
Sedap Sekejap Edisi
3/I-Februari 2000
Bila
Berniat Jajan di Semarang
TEH
POCI ALA CAFE IKUT MERAMAIKAN
NASI AYAM
Nasi ayam amat populer di Semarang. Dijual dalam
pincuk-pincuk yang isinya nasi gurih, suwiran daging ayam yang dimasak
opor, telur ayam bacem, dan sambal goreng jipang. Selain dijual secara
berkeliling, kita bisa juga menemukannya di tempat tertentu. Salah
satunya,di depan Supermarket Matahari Simpang Lima. Ada sekitar 12
mbok-mbok penjual nasi ayam di sana. Rata-rata mereka sudah lama berjualan nasi ayam.
Surtini, misalnya, sudah 20 tahun berdagang nasi ayam. "Tetapi
mangkal di sini, sih, baru 11 tahun," katanya. Di lokasi ini nasi
ayam standar dengan menu di atas, dijual dengan harga Rp. 2000. Tetapi kalau Anda mau lebih lengkap, tersedia juga
lauk tambahan seperti opor ayam, ati ampela, sate telur puyuh bacem,
sate usus ayam, dan sambalnya. Begitu cintanya masyarakat Semarang dengan hidangan
ini, sampai-sampai meski jumlah pedagangnya sudah banyak, toh, masih
laris juga. Surtini, contohnya. Ia berjualan sejak pukul 06.00 hingga
siang hari. Selama waktu itu ia menghabiskan 7 kilogram beras. Padahal
tak sedikit jajanan lain serupa di kota Lumpia ini. Malam hari nasi
ayam juga bisa ditemui di tempat yang sama. Jangan terkejut bila Anda
melihat antrean yang cukup panjang plus ayam dan nasi berbakul-bakul.
Karena jumlah sebanyak itu pun umumnya ludas tanpa sisa. NASI LIWET
Sepintas sama saja dengan nasi liwet, toh, orang
tetap menamakannya nasi liwet. Isinya pun sama persis dengan nasi ayam
Cuma penyajiannya saja yang berbeda. Nasi ayam disajikan dalam pincuk,
nasi liwet di atas piring yang diberi alas daun pisang dan ditambahkan
kerupuk rambak.
Waktu "operasi" Hartini lumayan panjang.
Ia sudah berangkat sejak menjelang sore dari rumahnya di daerah
Pleburan, tak jauh dari lokasi. Tendanya mula dibuka sejak pukul 4
sore. "Hari biasa pukul 9 malam sudah habis, tetapi kalau malam
Minggu bisa semalam suntuk," kata Hartini yang sehari bisa
menghabiskan 20 kilogram beras itu. MI KUPAT
Mugi Suharto yang sudah 20 tahun berkeliling
Semarang menjual mi kupat menjual makanan ini hanya seharga Rp 1.000.
Makanya tak heran kalau sehari ia bisa menghabiskan 6 kilogram mi.
Padahal dalam tiap mangkuk mi yang dibutuhkan pun cuma setumpuk kecil.
|
Hidangan
Utama l
Icip-icip
l Hidangan
Sebulan l
Masuk
Dapur l
Koki
Cilik l
Reka
l Jumpa
Pakar l
Manca
Kuliner
Seputar
Kuliner l
Varia
Kuliner l
Pernik
Cantik l
Konsultasi
Gizi l
Resto
Ke Resto l
Silaturahmi
l Kosa
Kuliner
Dapur Gaya l
Sajian
Mendatang l
Ulas
Bahan l
Kreatif
l
Kunjungan l
Managemen
Coretan
Redaksi l
Sajian
Pembaca l
Uji
Saji l
Konsultasi
Kuliner l
Anda
dan Kami
Jalan-Jalan
l Sehat l Artikel
l Teknopangan