|
BOLEH
TAMBAH GARAM?
Ibu Pengasuh
yang baik,
Lebaran kemarin saya mendapat hadiah microwave dari suami.
Wah, senangnya saya bukan kepalang. Tetapi begitu mau dipakai,
banyak hal yang saya tidak mengerti. Contohnya, kalau saya masak,
ditambah garam dulu atau tidak, sih? Jangan ditertawakan, ya, Bu,
pertanyaan saya memang sedikit memalukan. Terima kasih.
Ny. Tri
Murniasih - Jakarta Utara
Ibu Tri,
Selamat, ya, Bu. Betapa sayangnya suami Ibu pada Ibu. Tentu
saja pertanyaan Ibu tidak memalukan. Bagaimanapun memasak di
microwave bukan kebiasaan kita. Saya kira lebih baik bila
membubuhi garam menjelang masakan matang. Kenapa begitu sebab
garam membuat daging atau masakan kehilangan air. Akibatnya daging
terasa keras karena kering. Begitu juga dengan sayuran. Sayuran
yang airnya tidak banyak, nggak enak, kan? Nah, selamat
ber-microwave ria, Bu.
|
|
MEMBEKUKAN
MAKANAN KEMBALI
Ibu Pengasuh
yang baik,
Senang sekali saya membaca tentang cara menyimpan makanan agar
tahan lama. Cuma ada sedikit keraguan pada saya. Makanan yang
sudah dicairkan setelah dibekukan, bolehkah dibekukan kembali.
Terima kasih banyak atas jawaban Ibu.
Ny. Utami
Saputra - Bandung
Ibu Utami di
Kota Kembang,
Seperti pernah kami rinci
dalam artikel tersebut, pencairan makanan beku sebaiknya dilakukan
dalam lemari pendingin supaya tidak ada bakteri yang hinggap di
situ dan membuat makanan jadi rusak. Kalau Anda sudah meletakkan
makanan sekian jam di temperatur ruang sampai makanan itu mencair,
tentu bakteri yang hinggap di situ pun sudah banyak sekali. Hingga
disimpan dalam freezer pun bisa saja tidak kuat lagi. Karena itu
saya tekankan kembali, makanan sebaiknya disimpan dalam kemasan
kecil, sesuai kebutuhan kita. Misalnya, Anda memiliki 600 gram
daging, sementara kebutuhan Anda sekeluarga hanya 200 gram daging.
Nah, kemas daging dalam ukuran 200 gram. Hingga ketika dicairkan,
tidak perlu dicairkan 600 gram, tetapi cukup 200 gram saja.
|
|
MEREBUS
TELUR DENGAN SUKSES
Ibu Pengasuh di
tempat,
Merebus telur tampaknya sangat sepele, kan, Bu? Tetapi
percayakah Ibu, telur rebus saya selalu saja ada
"cacatnya". Nah, Ibu begini pertanyaan saya:
-
Bagaimana cara
menghindari telur retak saat direbus?
-
Bisakah telur
yang sudah retak, direbus juga?
-
Bagaimana agar
kuning telur tetap di tengah saat direbus?
-
Apa yang harus
dilakukan supaya kulit telur rebus mudah dibuka?
Pertanyaan saya
memang banyak, Bu. Tetapi saya yakin kesulitan saya juga dialami
banyak pembaca. Terima kasih.
Ny. Ari Sunarya-
Jakarta Barat
Bu Ari,
Betul kata Ibu, merebus telur gampang-gampang sulit kalau mau
hasilnya prima. Misalnya saja, merebus telur tanpa retak, sungguh
sulit menjawabnya karena kadang sudah kita lakukan berbagai cara
pun, masih saja retak. Tetapi ada beberapa teori yang mungkin bisa
Ibu coba. Pertama, tusuk dengan jarum halus kulit telur.
Hati-hati, lo, Bu, jangan terlalu besar, nanti malah telurnya
mengalir keluar. Kedua, masukkan telur setelah air panas, bukan
ketika air masih dingin.
Telur yang retak
bisa direbus juga, tetapi bungkus dulu dengan aluminium
foil.Kuning telur bisa tetap di tengah bila Ibu mengikuti cara
berikut. Selama 3 menit pertama perebusan, aduk terus telur. Supaya
kulit telur mudah dibuka, tambahkan 1 sendok teh cuka ke dalam air
rebusan. Nah, mudah-mudahan setelah itu Ibu bisa merebus telur
dengan sukses seperti harapan Ibu.
|