![]()
Sedap Sekejap Edisi
4/I-Maret 2000
Yang tercecer dari
Perayaan Imlek
DARI BANDENG
SEBESAR PAHA SAMPAI PERMEN SUSU
|
|
Perayaan Tahun Baru Cina sudah sebulan berlalu. Namun kemeriahan sesungguhnya baru saja usai 2 minggu yang lalu. Tak heran karena Imlek kali ini, seperti juga Tahun Baru Internasional memasuki tahun besar karena menurut kepercayaan mereka, tahun ini adalah tahun Naga Emas. Kemeriahan itu terlihat dari rekaman gambar berikut. |
|
Kemeriahan dan keramaian Tahun Baru Cina juga berlangsung di Indonesia, khususnya Jakarta. Pasar-pasar yang terletak di daerah pecinan hampir tak pernah sepi sepanjang hari, 7 – 10 hari menjelang datangnya tahun Naga Emas itu. Puluhan macam makanan yang selama ini sudah akrab dan belum pernah kita lihat dijajakan orang disana. Pedagang kacamata, bahkan tukang parkir yang bisa membaca peluang, segera banting setir beralih menjajakan segala keperluan imlek.
Manisan dan permen yang manis merupakan perlambang hidup yang manis. Karena itu bagi warga-warga keturunan Cina keduanya selalu hadir di tahun Baru agar tahun yang akan dimasuki pun membawa kemanisan. Selain permen-permen yang biasa kita temuai, Anda juga akan menemukan permen-permen yang dikemas dalam bentuk petasan cabe rawit ukuran superbesar. Cuma ukurannya saja yang lebih besar. Datangnya Tahun Baru Cina jga memberi keuntungan besar bagi para pedagang buah. Buah –buahan yang sebelumnya sudah jarang muncul pun ada seperti leci segar maupun plum. Bahkan di pasar swalayan tertentu muncul yang bentuknya oval sebesar mangga. Isinya seperti markisa tetapi bijinya Cuma sebesar selasih. Jeruk termasuk yang diminati orang. Jruk bagi orang cina dianggap sebagai buah lambang kerukunan dan persaudaraan. Tak cuma jeruk mandarin, lo,yang menjadi incaran. Jeruk bali pun tiba-tiba saja naik daun. Tentu harganya pun langsung meroket. Ada lagi bahan makanan yang harganya juga langsung meroket. Yakni ikan bandeng. Peminatnya bukan Cuma warga keturunan Cina, tetapi penduduk asli betawi. “Sudah jadi kebiasaan menjelang Tahun Baru Cina kami mengantar pindang bandeng untuk mertua,” kata Ipah, penduduk Rawa Belong. Kalau Anda ingin melihat bandeng ukuran ekstra besar, menjelang tahun Baru Cina-lah saatnya. Bahkan ada bandeng yang besarnya seukuran paha orang dewasa. Meski hampir di tiap pasar bandeng membanjir, tetapi para penjual tidak ragu-ragu pasang harga. Bila Anda tak tahu denagn pasti harga bandeng, bisa-bisa terkecoh. Makin dekat Tahun Baru, makin tinggilah harganya. “Lima puluh ribu sekilo,” kata penjual tanpa ragu-ragu.
Celoteh penjaja jadi satu dengan para pembeli yang berebutan bahan makanan maupun acara tawar-menawar. Kadang kita merasa bukan harga murah lagi yang penting saat itu, tetapi “upacara” tawar menawar itulah yang membawa kenikmatan yang tidak bisa disampaikan lewat kata-kata. Nah, keriuhan tersebut kami laporkan kepada Anda lewat jepretan berikut. (Urip Santoso/Semy, foto-foto : Veri Valensi) |
Hidangan
Utama l
Icip-icip
l Hidangan
Sebulan l
Masuk
Dapur l
Koki
Cilik l
Reka
l Jumpa
Pakar l
Manca
Kuliner
Seputar
Kuliner l
Varia
Kuliner l
Pernik
Cantik l
Konsultasi
Gizi l
Resto
Ke Resto l
Silaturahmi
l Kosa
Kuliner
Dapur Gaya
l Sajian
Mendatang l
Ulas Bahan l
Kreatif l
Kunjungan l
Managemen
Coretan
Redaksi l
Sajian
Pembaca l
Uji
Saji l Konsultasi
Kuliner l
Anda
dan Kami
Jalan-Jalan
l Sehat
l Artikel
l Teknopangan