Sedap Sekejap Edisi 4/I-Maret 2000

 


 Mencicipi Jajanan Bandung

Antara Yang Tradisional dan Yang Modern

l KE MENU UTAMA l

Bandung boleh dibilang surga bagi para pencinta jajan. Hampir segala jenis masakan, kue, minuman, dari yang tradisional hingga yang modern berhamburan di kota Kembang ini. Sampai-sampai orang tak perlu berjalan jauh untuk mendapatkan satu jenis makanan kesukaannya. Meskipun banyak pilihan, toh, ada saja tempat tertentu yang menjadi favorit orang banyak. Entah karena memang lezat atau sudah lama berdiri. Nah, beberapa di antaranya kami informasikan untuk Anda.

 

BANDREK DAN BAJIGUR
Selain  dijual  berkeliling, bandrek dan bajigur  bisa  Anda temukan  di pusat jajanan, Jl. Cisangkuy. Pemiliknya  adalah  Hj. Siti  Maemunah. Usia warungnya tidak main-main. Sudah  42  tahun! "Tapi  pindah ke sini, sih, baru tahun 1994. Sebelumn ya  di  jl. W.R. Supratman," cetus Dedeh (49) sang penerus.
Minuman  hangat ini dijual Dedeh seharga Rp 1.250.  Biasanya para  pelanggan menikmatinya bersama aneka gorengan seperti  gehu (tahu goreng isi tauge), pisang goreng, nangka goreng, dan  nanas goreng yang dijual Dedeh seharga 300-400 rupiah per buah.
Warung  Dedeh  buka sejak jam 6 sore hingga  jam  12  malam. Selama  itu ia  mampu menjual 300-400 gelas bandrek dan  bajigur. "Kalau  malam  minggu bisa lebih banyak lagi," jelas  Dadah  yang kini dibantu 5 orang karyawan, termasuk mengurus cabang  bandreknya di MM Dago sejak 2 tahun lalu.

BAKSO MALANG KARAPITAN
Sejak hadir di pertengahan tahun '97, Bakso Malang  langsung melejit.  Makanya  tak  heran kalau  cabangnya  terus  bertambah. Sampai  sekarang sudah ada 5 tempat yakini jl. Karapitan, jl.  RE Martadinata, jl. Soekarno-Hatta, Jl. Merdeka, dan di King's Shop ping Center.

Menu yang tersedia cukup beragam. Di antaranya bakso  malang campur,  ceker,  bakso urat, bakso telur,  batagor,  dan  siomay. Tersedia  pula  bakso mini, bakso goreng, pangsit  goreng  sampai nasi  goreng. Harganya berkisar antara Rp 3.500 hingga  Rp  7.000 seporsi.  "Variasi makanan ini sengaja disediakan supaya  pengunjung  tidak bosan. Yang penting juga bakso kami berada  di  bawah pengawasan  LP  POM MUI Jabar," terang  Nono  Warsono,  operation manager Bakso Malang Karapitan.
Menu tadi masih ditambah dengan rujak jagung bakar. Penganan ini  sebetulnya  hanya jagung manis yang dibakar,  disisir,  lalu disajikan  bersama  kuah asinan. Harga per mangkoknya  Rp  2.200. Tempat makan yang buka setiap hari sejak jam 10 pagi hingga 10 malam ini setidaknya kedatangan 100 pengunjung setiap harinya. "Kalau malam minggu, pasti sulit dapat tempat," ujar Nono. Padahal kapasitas pengunjungnya mencapai 100 orang.

Begitu menariknya tempat ini sehingga banyak banyak artis yang pergi ke Bandung menyempatkan diri mencicipi makanannya. Di salah satu dindingnya terpajang semacam "Hall of Fame" yang berisi foto dan tanda-tangan artis-artis terkenal yang berkunjung ke  sana. Tak kurang dari Setiawan Djodi, Ruth Sahanaya, dan  Ari Sudarsono membubuhkan tanda tangannya di situ.

BAKSO TAHU DAN SIOMAY IKAN

Makanan  ini  sungguh  memasyarakat di  Bandung.  Hampir  di setiap  ruas jalan terlihat pedagang bakso tahu dan siomay  ikan, baik  yang  dijual mangkal atau gerobak  dorongan.
Sambil  main  ke Lembang Anda bisa menemukan bakso  tahu  Pa Lili  di jl. Geger Kalong Girang (sedikit sebelum Lembang).  Nama Lili diambil dari nama pemiliknya yang sudah berjualan baso  tahu sekitar 15 tahun.

Baso  tahu  Pa Lili dijual 500 rupiah per  buah.  Tidak  ada ukuran  porsi  sehingga pembeli bebas mau memilih  berapa  siomay yang  ingin  dimakannya.  "Rata-rata memesan  empat  buah  sekali makan,"  ujar  Ny. Lili. Untuk  berjualan  di warungnya yang buka sejak jam  8  pagi hingga  9  malam, Ny. Lili harus menyiapkan  sekitar  1.000  buah bakso  tahu dan siomay setiap dua hari. Jadi saya nggak capek karena tidak usah bikin setiap  hari. Soalnya siomay bisa tahan disimpan dalam lemari pendingin," papar Ny. Lili yang bisa menghabiskan 6-8 kg ikan tengiri. Selain  bakso tahu dan siomay, tersedia pula es campur.  "Es campur ini termasuk favorit, lo" ujar wanita yang pernah menyabet juara  I  lomba baso tahu dan siomay yang digelar  Eldorado  Club beberapa tahun lalu ini.

BATAGOR
Batagor sebenarnya hanyalah bakso tahu yang digoreng.  Untuk menyantapnya,  Anda  dapt  pergi ke Jl.  Veteran.  Nama  kedainya adalah Batagor Kingsley. Usia kedai ini sudah 28 tahun. berbeda," ujar  Benny  (43) pemilik Batagor Kingsley di jl.  Veteran. "Semula orang tua yang membuka restoran cina. Tetapi setelah mereka  meninggal, saya menghentikannya dan  berkonsenterai  pada batagor saja," kisah Benny (43), sang pemilik yang mengaku  perlu 5 tahun untuk mendapat resep lezat seperti batagor yang dijualnya sekarang. Tetapi yang penting, lanjut Benny sebenarnya, "Ikan  tengiri yang digunakan harus masih segar."
 Benny  biasa memperolehnya dari Pamanukan, Subang. Jika  tak segar, ia memilih tak membuat batagor. "Sekali rasanya tak  enak, bisa  lari  semua pelanggan saya," ujarnya.

Rahasia  lain, Benny menggoreng bakso tahu dan siomay  dalam keadaan  mentah. "Memang jadi lama, tetapi rasanya  jadi  lezat," kata  Benny  sambil menyebutkan batagornya bisa bertahan 5  -  10 hari  dan sudah melanglang buana sampai ke Singapura,  Australia, dan Amerika. Bukan cuma ikan yang diperhatikan Benny. Ia pun sudah  punya merek  tertentu  untuk minyak goreng dan  tepung  kanji.  "Bahkan untuk  minyak  harus  baru. Makanya  setelah  dipakai  menggoreng sekali,  saya  langsung ganti. Sisa minyaknya saya  jual  murah," tuturnya. Batagor  Kingsley  kini dijual 1.750 per  buah.  Satu  porsi biasanya  berisi tiga buah. Dibantu sekitar 10 karyawannya,  kini Benny  melayani  pelanggannya sejak jam 8 pagi  hingga  9  malam. "Kamis  kami  libur  untuk menyiapkan  racikan  batagor  sekalian istirahat."

SUSU SEGAR
Banyak kedai susu segar di Bandung. Salah satunya adalah Bandoengsche  Melk Centrale. Letaknya di Jl. Aceh. Sesuai  dengan namanya  yang  berbau  Belanda, kedai ini  pun  dibuat  bernuansa Belanda  begitu  juga peralatan untuk  memprosesnya.  Kedai  yang telah  menjadi pusat produksi dan distribusi susu sejak  abad  19 ini  menyediakan  berbagai macam susu dari  yoghurt,  kefir,  dan milkshake  berbagai rasa. Harganya berkisar Rp 1.000  hingga  Rp. 4.500 per gelas.

"Semua susu diperoleh dari sebuah perusahaan susu di Lembang yang kualitasnya terjamin. Sehari saya harus memesan 1.000  liter susu," tutur Mustafa Ramadani, Penanggung Jawab BMC. Di samping susu, BMC juga menyediakan hidangan lain  seperti  sop  buntut,  lontong kari, sayur asem, nasi  goreng  ikan  asin, batagor,  dan  bakso tahu. Bahkan Bakso Lapangan  Tembak  Senayan kini  juga hadir di situ. BMC yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Industri Pemda Jawa Barat ini buka hingga pukul 11 mala. Di situ tersedia 100  tempat duduk  hingga  Anda tak perlu takut kehabisan tempat.

BROWNIES PRIMARASA

Selain  sus  Merdeka, Pisang Molen Kartika  Sari,  dan  tahu Yunyi,  Brownies  Primarasa juga termasuk oleh-oleh  yang  sering dibawa  orang  jika pula dari Bandung. Usaha yang dimulai sejak tahun 1987 ini awalnya tak  terlalu mulus. "Untuk mencoba resep brownies saja setiap hari saya  habis Rp. 200 ribu untuk membeli bahan," ujar Theresia Yuliaty, pemilik Primarasa. 

Setelah  seleranya  pas, barulah ia menuai  hasilnya.  Lama-kelamaan,  brownies  Primarasa  menjadi trade  mark  brownies  di bandung   karena  Theresia  memang  mengkhususkan  diri   membuat brownies. "Jadi kalau menyebut brownies, pasti ingat  primarasa," tuturnya bangga. Kini ia mesti menyiapkan minimal 300 buah brownies untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya setiap hari. "Jika ada pesanan, bisa mencapai seribu dalam sehari," ujarnya.

Brownies buatannya kini tersedia dalam 4 rasa, yaitu coklat, keju,  moka,  dan  raisin (kismis). Harganya  antara  Rp.  17.500 hingga  Rp. 23.000 per loyang. Semuanya dibuat di  rumahnya  yang sekaligus menjadi pabrik dan toko Primarasa, di Jl. Kemuning. Di  toko yang bukan sejak 6 pagi hingga 6 sore ini  tersedia pula  picnic roll, apple cake, dan pai daging yang mulai  disukai pelanggannya.  Untuk  menjaga kualitas rasa browniesnya,  ia  tak segan  menggunakan  bahan impor. "Selain tepung  dan  gula,  yang lainnya  bahan  impor," ujarnya.

lanjut>>

 

Hidangan Utama l Icip-icip l Hidangan Sebulan l Masuk  Dapur l Koki Cilik l Reka l Jumpa Pakar l Manca Kuliner
Seputar Kuliner
l Varia Kuliner l Pernik Cantik l Konsultasi Gizi l Resto Ke Resto l Silaturahmi l Kosa Kuliner  
Dapur Gaya
l Sajian Mendatang l Ulas Bahan l Kreatif l Kunjungan l Managemen
Coretan Redaksi
l Sajian Pembaca l Uji Saji l Konsultasi Kuliner l Anda dan Kami
 Jalan-Jalan
l Sehat Artikel l Teknopangan

KE MENU UTAMA