Sedap Sekejap
Edisi 4/I-Maret 2000


  Pengasuh : Sitawati, D. cn.

  MENGATUR MENU PENDERITA TUKAK LAMBUNG

 

Ibu Sita yang terhormat,  
Ibu saya baru saja menderita tukak lambung. Begitu parahnya sampai perdarahan yang keluar lewat anus. Usianya 67 tahun. Beratnya 58 kilogram dan tingginya 153 cm.
Bagaimana cara mengatur menunya supaya kesehatannya cepat pulih. Makanan apa saja yang sebaiknya dihindari? Atas jawaban Ibu, saya ucapkan terima kasih.

Ny. Tati - Semarang


Ibu Tati yang terhormat,
Penyakit tukak lambung adalah gangguan yang terjadi pada dinding lambung. Penyebabnya antara lain karena makan yang tidak teratur, stres, alkohol, dan mengkonsumsi makanan yang dapat mengganggu lambung, seperti makanan yang terlalu asam (dengan cuka). Jika keadaan ini dibiarkan berlarut-larut  dapat mengakibatkan perdarahan. Jadi, sangat mungkin ibu Bu Tati sudah lama mengalami tukak lambung.Tentunya tindakan paling tepat, segeralah membawa Ibunda ke dokter untuk penyembuhan penyakitnya. Sedangkan untuk pengaturan makanan dapat dilakukan secara bertahap.

Pada tahap perdarahan dapat diberikan bubur susu selama 1-2 hari. Lepas dua hari, dapat diberikan makanan dalam bentuk saring/cincang dan berangsur kembali ke makanan biasa (semasa sehat).
Pada waktu pengaturan makanan perlu diperhatikan hal-hal berikut:

  • Makanan harus mudah dicerna. Berikan porsi kecil, tetapi sering

  • Protein dalam jumlah yang cukup untuk menggantikan jaringan tubuh yang rusak.

  • Hindari makanan yang merangsang dan perhatikan pemakaian bumbu.

Berat badan ibu Bu Tati saat ini kelebihan 5 kg, tetapi karena untuk perbaikan jaringan yang rusak orang tua Ibu membutuhkan 1000-2000 kalori sehari. Kendati begitu tidak berarti ia boleh menyantap semua makanan. Ada beberapa hidangan yang sebaiknya tidak diberikan.
Makanan tersebut adalah :
Sumber hidrat arang : daging yang terlalu berlemak seperti daging kambing, daging babi, daging dan ikan yang diawetkan seperti diawet dalam kaleng, diasap, diasin dan dipindang. Kacang tolo, kacang tanah, kacang merah, kacang kedelai.
Sumber lemak : santan kental, goreng-gorengan, makanan berlemak.
Buah-buahan : buah-buahan segar/mentah kecuali, pepaya dan pisang masak, jangan mengkonsumsi buah-buahan yang diawet seperti asinan, dan manisan buah.
Minuman : minuman mengandung soda, alkohol, seperti coca-cola, green spot, bir, anggur, wisky.
Bumbu-bumbu dan lain-lain : bumbu tajam seperti cuka, merica, cabe, acar.

Contoh dan kebutuhan bahan makanan pada tahap setelah perdarahan di atas dapat diwujudkan dalam ukuran sebagai berikut:

BAHAN MAKANAN/MAKANAN

BERAT (gr)

Ukuran Rumah Tangga (URT)

Beras 60 2 gelas bubur saring
Ayam Giling 50 1/4 gelas saring
Daging Giling 50 1/4 gelas saring
Telur Ayam 150 3 butir
Sayur 100 1 gelas
Pepaya 200 1 gelas saring
Margarin 20 2 sendok makan
Maizena 50 10 sendok makan
Susu Segar 800 4 gelas
Gula 50 5 sendok makan
Biskuit 20 2 buah

Semua bahan itu bisa kita masukkan dalam contoh menu berikut :
PAGI SIANG SORE
Bubur Susu
Telur 1/2 matang
Bubur Saring
Orak-arik Ayam Cincang
Pepaya
Bubur Saring
Sup Bola-bola Ayam
Tumis Ayam Pepaya
Pukul 10.00 Pukul 16.00 Pukul 20.00
Puding Maizena Puding Maizena Susu dan biskuit


Hidangan Utama l Icip-icip l Hidangan Sebulan l Masuk  Dapur l Koki Cilik l Reka l Jumpa Pakar l Manca Kuliner
Seputar Kuliner
l Varia Kuliner l Pernik Cantik l Konsultasi Gizi l Resto Ke Resto l Silaturahmi l Kosa Kuliner  
Dapur Gaya
l Sajian Mendatang l Ulas Bahan l Kreatif l Kunjungan l Managemen
Coretan Redaksi
l Sajian Pembaca l Uji Saji l Konsultasi Kuliner l Anda dan Kami
 Jalan-Jalan
l Sehat Artikel l Teknopangan

KE MENU UTAMA