Sedap Sekejap Edisi
7/I-Juni
2000
|
|
Ibu Sita Yang terhormat, Selidik punya selidik ternyata ia tertular dari pengasuhnya.
Waduh, rasanya dunia kiamat. Apalagi setelah saya tahu obat yang
harus diminumnya untuk jangka waktu lama itu akan menghambat
pertumbuhannya. Tetapi tahu putus asa tidak ada gunanya. Makanya
saya sekarang berusaha merawatnya secara optimal. Bisakah Ibu Sita membuatkan saya contoh menu dalam sehari
yang proteinnya tinggi dan gizinya
pas agar ia cepat pulih dari sakitnya dan pertumbuhannya
tidak terlalu terhambat. Atas perhatian Ibu, saya ucapkan
terimakasih. Ibu Inti Ratnawati yang baik, Gejalanya berupa demam, batuk, anoreksia, berat badan yang
menurun, lemah. Meski ada gejalanya, toh, permulaan tubercolusis
sukar diketahui. Karena gejala-gejalanya umum dan tidak khas.
Tetapi jika panas anak naik turun dan lama dengan atau tanpa
batuk dan pilek, anoreksia, penurunan berat badan dan anak lesu,
kemungkinan anak menderita tubercolusis orang dewasa. Oleh karena itu, Bu, menurut saya penting sekali melakukan
pemeriksaan rontgen pada pengasuh yang akan mengasuh anak-anak.
Tentunya juga melakukan pencegahan sejak dini dengan mengikuti
program imunisasi pada anak-anak masih bayi. Pada penderita tubercolusis (TBC) diberikan makanan yang
menagndung tinggi energi dan tinggi protein yang bertujuan :
Sementara untuk dietnya, ikuti syarat berikut :
Ibu Inti, berat dantinggi badan anak Ibu sudah sesuai
dengan anak di usianya. Hendaknya Ibu dapat mempertahankan berat
badanya dengan baik. Untuk itu, berikan makanan yang dapat
diwujudkan sebagai berikut :
|
Hidangan
Utama l
Icip-icip
l
Hidangan
Sebulan l
Masuk
Dapur l
Koki
Cilik l
Reka
l Jumpa
Pakar l
Manca
Kuliner
Seputar
Kuliner l
Varia
Kuliner l
Pernik
Cantik l
Konsultasi
Gizi l
Resto
Ke Resto l
Silaturahmi
l Kosa
Kuliner
Dapur Gaya
l Sajian
Mendatang l
Ulas
Bahan l
Kreatif l
Kunjungan
l
Managemen
Coretan
Redaksi l
Sajian
Pembaca l
Uji
Saji l Konsultasi
Kuliner l
Anda
dan Kami
Jalan-Jalan
l Sehat l Artikel
l Teknopangan
