![]()
Sedap Sekejap
Edisi 8/I-Juli 2000
Melongok
Condong Salero Urang Awak
|
l KE
MENU UTAMA l
KRUPUK DOLAR Sesuai namanya, kerupuk dari singkong ini besarnya cuma sebesar uang logam ratusan. Ini sebetulnya opak biasa yang diberi irisan daun bawang. Bahan bakunya terbuat dari singkong yang dikukus, digiling, lalu dicetak berbentuk lingkaran berdiameter 2 cm. Krupuk singkong ini sudah ada sejak 20 tahun lalu, menurut cerita Bapak Howen, pemiliknya. SATE LAWEH
Menurut penjualnya, Sate Laweh ini bukan satu-satunya di Padang, karena banyak penjual lain yang menjual sate serupa. Bedanya, Sate Laweh ini sudah ada sejak 80 tahun lalu. Dalam semalam Sate Laweh Pasar Padang bisa menjual lebih dari 400 tusuk sate dan menghabiskan 200 buah ketupat. Sate Laweh mempergunakan daging sapi yang diiris tipis-tipis. Sebelum dibakar, daging yang sudah ditusuk dilumuri dengan parutan kelapa lalu dibakar di atas bara. Sate kemudian disuguhi di atas piring beralaskan daun pisang bersama potongan ketupat lalu disiram dengan saus kental berwarna merah yang pedas rasanya. Seporsi sate laweh yang berisi 10 tusuk sate itu dijual dengan harga Rp. 8.000. SATE PADANG Selain sate laweh yang terdapat di kota Padang, ada beberapa sate yang selalu dicari, yaitu Sate Mak Anjang di Bukittinggi, Sate Mak Khatib di Solok, dan Sate Mak Syukur di Padangpanjang. Di antara semuanya yang selalu dicari dan banyak penggemarnya adalah Sate Mak Syukur. Di kota Padangpanjang terdapat 3 warung Sate Mak Syukur, dua di Pasar Padangpanjang, lainnya di jalan raya menuju kantor Balai Kota Padangpanjang. Yang terakhir ini adalah yang paling besar dan paling ramai oleh pengunjung. Perintis Sate Mak Syukur ini adalah Syukur Sutan Raja Endah sejak tahun 1947. Dan di tahun 1984 sampai sekarang dikelola oleh putra bungsunya, Syafril Syukur. Sehari Syafril menghabiskan 80 kilogram daging per hari. Sate sebanyak itu dijual sejak pukul 10 siang sampai pukul 9 malam.
Yang membuat orang datang dan datang lagi di warung Sate Mak Syukur ini karena rasa bumbunya yang berbeda, cara pengolahan juga pemilihan jenis daging untuk dibuat sate juga lain. Satenya terdiri dari lidah, jantung, tambonsu, dan jerohan daging sapi. Menurut Syafril, daging jeroan itu sengaja dipilih jenis sapi Padangpanjang, yang menurutnya berbeda dengan daging sapi jenis lain. Untuk sausnya, dipergunakan kari daging yang dipanaskan dan dikeluarkan minyaknya. Kuah itu masih ditambah aneka rempah sedang untuk mengentalkan, diberi tepung beras. Perbandingan antara tepung dan cabainya, 5 kg cabai berbanding 1/4 kg tepung beras. Jadi rasanya lumayan pedas. Seperti tempat makan tersohor lainnya di Sumatera Barat, Sate Mak Syukur tak luput didatangi pejabat maupun selebritis Indonesia. Tak kurang mantan Presiden RI Soeharto pernah merasakan kenikmatan Sate Padang ini. Bahkan berkat dorongan dari Abdul Latief, mantan Menaker zaman Orde Baru, Sate Mak Syukur sampai saat ini sudah membuka 2 cabang di Jakarta, yaitu Pasaraya Blok M dan Pasaraya Manggarai. PISANG REBUS SUNGAI LASI
Untuk bisa mendapatkan sesisir pisang rebus Sungai Lasi, kita harus pergi ke daerah Silungkang di pinggir Sungai Lasi. Harga per sisirnya terbilang murah, hanya Rp. 3500. PISANG SAPIK Di Pasar Atas, kalau sekadar penganjal perut, kita bisa cicipi Pisang Sapik. Selintas namanya unik, tapi ini hanyalah nama untuk menyebut pisang bakar yang ditekan sehingga pipih. Pisang yang dipergunakan untuk Pisang Sapik ini adalah pisang kepok. Harga satu porsinya berkisar Rp. 500 sampai Rp. 700 per pisang tergantung besar kecilnya. Sebagai pelengkap jajan pasar ini, pisang yang sudah dibakar dan dipipihkan diberi taburan unti. Lalu disajikan bersama sirup gula merah. Dalam satu hari, rata-rata penjual Pisang Sapik di Pasar Atas bisa menjual 500 buah pisang. PASAR TRADISIONAL Kalau kita berkunjung ke Bukittinggi jangan lupa mengunjungi pasar tradisionalnya karena tersedia barang-barang suvenir dan makanan kering untuk oleh-oleh. Biasanya yang dijual adalah berbagai jenis kerupuk mentah. Ada yang terbuat dari singkong, mlinjo, atau kulit sapi yang dikenal juga sebagai kerupuk Jangek. Ada pula dodol, lemang, dan berbagai jajanan tradisional seperti Pisang Sapik, Bika, hingga Sate Padang. Dalam pasar tersebut, kita juga bisa menemukan penjual bumbu-bumbu khusus untuk masakan khas Padang, seperti rendang atau kalio. Bahkan tersedia juga rempah-rempah yang dipergunakan untuk memasak.sdp@Urip Santoso, Yurnaldi, foto-foto: Rynol Sarmon, Yurnaldi |
Hidangan
Utama l
Icip-icip
l
Hidangan
Sebulan l
Masuk
Dapur l
Koki
Cilik l
Reka
l Jumpa
Pakar l
Manca
Kuliner
Seputar
Kuliner l
Varia
Kuliner l
Pernik
Cantik l
Konsultasi
Gizi l
Resto
Ke Resto l
Silaturahmi
l Kosa
Kuliner
Dapur Gaya
l Sajian
Mendatang l
Ulas Bahan l
Kreatif l
Kunjungan l
Managemen
Coretan
Redaksi l
Sajian
Pembaca l
Uji
Saji l Konsultasi
Kuliner l
Anda
dan Kami
Jalan-Jalan
l Sehat
l Artikel
l Teknopangan