|
4.
TELUR
Telur biasanya
dibuat dadar atau pindang. Sebetulnya telur dalam tumpeng harus
hadir utuh bersama kulitnya karena kulit telur, putih telur, dan
kuning telur melambangkan tindakan yang harus kita lakukan dalam
kehidupan yakni menyusun rencana dengan baik, bekerja sesuai
rencana, dan mengevaluasi hasilnya demi kesempurnaan. Namun demi
kepraktisan, kalaupun telur hadir utuh (bukan didadar), selalu
sudah terkupas dan dipotong dua.
5.
URAP
Urap sayuran
mewakili tumbuhan darat. Jenis sayurnya tidak dipilih begitu
saja karena tiap sayur juga mengandung perlambang tertentu.
Sayuran yang harus ada adalah:
-
Kangkung
Sayur ini bisa tumbuh di air dan di darat. Begitu juga
yang diharapkan pada manusia yang harus sanggup hidup di
mana saja dan dalam kondisi apa pun.
-
Bayam
Sayur ini melambangkan kehidupan yang ayem tenterem
(aman dan damai).
-
Taoge
Di dalam sayur kecil ini terkandung makna kreativitas
tinggi. Hanya seseorang yang kreativitasnya tinggi, bisa
berhasil dalam hidupnya.
-
Kacang
Panjang
Kacang panjang harus hadir utuh, tanpa dipotong.
Maksudnya agar manusia pun selalu berpikir panjang sebelum
bertindak, selain sebagai perlambang umur panjang. Kacang
panjang utuh umumnya tidak dibuat hidangan, tetapi hadir
sebagai hiasan yang mengeliling tumpeng atau ditempelkan
pada badan kerucut.
-
Kluwih/timbul
Biasanya dibuat semacam lodeh. Harapannya agar rezeki
kita selalu berlebih. Juga kepandaian, dan perilaku kita.
Lambang lainnya adalah kita bisa timbul di mana-mana, lebih
tinggi dari orang lainnya. Kluwih sudah mulai ditinggalkan
orang. Konon karena maknanya sudah termaktub dalam sayuran
dan hidangan lain.
6.
Lauk Lain
Karena tumpeng
yang bermakna tadi biasanya juga untuk disuguhkan, maka
lauk-lauk di atas masih dilengkapi dengan hidangan lain.
Misalnya, perkedel, tahu dan tempe bacem, dan keringan (seperti
kering tempe, kering kentang, atau kering dendeng). Urapan pun
dibuat lebih komplet. Tentu saja penambahan ini sah-sah saja.
Yang penting perlambang di atas sudah dipenuhi.
|