-
Tumpeng umumnya
memang dibuat dari nasi, tetapi tumpeng yang dibuat dari nasi
saja, seringkali hasilnya keras dan kering. Karena itu
tambahkan beras ketan sebanyak 10 - 50 persen. Makin banyak
ketannya, makin lembut hasinya, tetapi mengenyangkan rasanya.
-
Pilih beras
yang pulen dan berkualitas. Demikian pula ketannya.
-
Kelapa yang
digunakan untuk membuat santan sebaiknya dipilih yang tua.
Kupas kelapa agar santan putih warnanya. Santan sebaiknya
dimasak dulu bersama bumbu sambil diaduk hingga mendidih
supaya tumpeng tahan lama.
-
Selain daun
jeruk dan salam, Anda bisa menambahkan rempah-rempah lain
untuk mendapatkan keharuman yang diinginkan.
-
Untuk memberi
warna kuning pada tumpeng kuning bisa digunakan bubuk kunyit
kering atau kunyit parut. Baik bubuk kunyit maupun kunyit
parut dimasak bersama santan. Kalau Anda menggunakan kunyit
parut, saring santan setelah mendidih di atas kain kasa tipis
agar parutan kunyit tidak terbawa.
-
Bubuhi aronan
nasi dengan air jeruk nipis supaya nasi tampak mengkilat. Atau
perciki air jeruk nipis saat nasi akan diangkat.
-
Setelah nasi
matang, aduk-aduk sebentar lalu segera cetak dalam cetakan
tumpeng. Memasukkan nasi harus ditekan-tekan agar nasi tidak
pecah-pecah, tetapi tidak terlalu keras hingga tumpeng tidak
terlalu keras.
-
Sebaiknya nasi
tidak dikeluarkan dari cetakan sebelum cukup dingin.
-
Tumpeng yang
sudah dikeluarkan sebaiknya dibungkus plastik atau daun supaya
tetap lembap dan tidak kering.
-
Kalau Anda
menggunakan nasi semua, tanpa ketan, alasi cetakan dengan
plastik atau daun supaya lebih mudah dikeluarkan.