Sedap Sekejap
Edisi
1/II-Januari 2001
Melongok Bisnis Kue Keranjang
Kerja 15 Hari Untuk Makan Setahun
|
|
Kue keranjang adalah dodol yang dibentuk bulat. Bahan dasarnya dari tepung ketan dan gula pasir. Lo, kok, gula pasir? Jadi, bahan apa yang bisa membuat dodol ini jadi berwarna cokelat. Ternyata warna cokelat itu timbul akibat fermentasi. Tepung ketan dibuat sendiri dari beras ketan yang ditumbuk. Agar hasil kue betul-betul halus, setelah ditumbuk, tepung masih diayak sambil diangin-anginkan. "Gula pasirnya pun tidak langsung dicampur, tetapi dibuat sirup dulu. Takarannya pun harus pas," jelas Ny. Lauw.
Keranjang-keranjang berisi adonan ini lalu ditata di dalam dandang khusus untuk diuapi selama 12 jam. Nah, sehabis itu, kue langsung dibungkus bagian atasnya. "Kalau saya, cara membungkusnya dilipat rapi. Lain dengan orang lain. Mereka memilin daun hingga jadi lilitan di atasnya," terang Umar Sanjaya, putra Lauw yang ikut membantu. Kue ini bisa bertahan lama sekali. Tetapi sayangnya, tambah Lauw, mereka tidak dapat membuatnya jauh-jauh hari. "Karena para pembeli inginnya kue yang baru karena lebih empuk. Jadi, saya baru bikin kue dua minggu sebelum Imlek," jelas Lauw.
Selama setahun sekali itu Lauw bisa memproduksi 60 ribu kue keranjang. Kue sebanyak itu menghabiskan 30 ton tepung ketan dan 20 ton gula pasir. "Padahal dulu waktu baru-baru berusaha hanya sekitar 4 liter beras ketan. Saya sungguh tidak mengira bisa meluaskan usaha sampai seperti ini. Saya ini usaha 15 hari untuk makan setahun," candanya. Di tahun 1961, Lauw memulai usaha yang diteruskannya dari sang mertua betul-betul dari bawah. "Saya yang membuat tepung, bikin sendiri, jual sendiri dengan cara berkeliling dari rumah ke rumah di daerah Kota dan Glodok," kenangnya. Lama-lama usahanya berkembang. Dari kebutuhan 4 liter beras ketan menjadi 20 liter. "Tangan saya tidak kuat meskipun sudah dibantu anak-anak kalau mereka pulang sekolah. Terpaksalah saya mencari tenaga bantuan," jelasnya. Nepung sendiri Tak dinyana memang tenaga bantuan pun terus bertambah sesuai kebutuhan pasar. Sekarang ia mempekerjakan 70 orang tenaga. Tentu saja ini bukan tenaga tetap. "Mereka berdatangan sendiri menjelang imlek. Dulu waktu ibu mereka masih ada, ibunya yang kerja sama saya. Setelah orang tuanya tidak ada, gantian anaknya yang membantu saya."
Para tenaga kerja ini mempunyai tugas yang berbeda tergantung dari "jam terbangnya" Yang pintar tugasnya lebih rumit, misalnya, melipat bungkusan daun. "Yang sudah ahli, bisa melipat dengan rapi dan tidak boros daun. Kalau yang masih muda dan belum ada pengalaman biasanya diberikan tugas membuat tepung." Selepas imlek, para pekerjanya menghilang sementara. Yang tinggal paling hanya 10 orang. Mereka tetap membantu kalau-kalau Lauw menerima pesanan di luar Imlek. Karena saat menjelang Lebaran pun mereka menerima pesanan dodol.
Boleh dibilang Siti Lauw kini tinggal memetik hasil dari upaya kerasnya selama berpuluh-puluh tahun. Kuenya yang dijual seharga Rp. 9.000 per buah itu laku keras. Tak perlu lagi ia berkeliling kota, cukup menunggu orang yang datang memesan. Ingin belanja pun, mobil tersedia. Kesulitannya sekarang paling-paling mencari daun pisang yang bagus. "Bisa, sih, diganti pakai plastik seperti para penjual lain. Tapi, kan, namanya bukan kue keranjang lagi, dong," ujarnya terkekeh. Bagi Lauw usahanya sekarang ini sudah cukup. Ia belum berminat melebarkan ke pasar swalayan,misalnya. "Dulu kami pernah diminta sebuah supermarket terkenal di Jakarta untuk memasukkan Kue Keranjang. Ternyata kue yang tidak laku atau keras dikembalikan. Nah, barang sisa banyak sekali. Mau dikemanakan? Makanya saya tidak mau ambil risiko lagi. Yang saya buat betul-betul sesuai pesanan," tegas Lauw. sdp@Rika Eridani, foto-foto: Rynol Sarmond |
Hidangan
Utama l
Icip-icip
l
Hidangan
Sebulan l
Masuk
Dapur l
Koki
Cilik l
Reka
l Jumpa
Pakar l
Manca
Kuliner
Seputar
Kuliner l
Varia
Kuliner l
Pernik
Cantik l
Konsultasi
Gizi l
Resto
Ke Resto l
Silaturahmi
l Kosa
Kuliner
Dapur Gaya
l Sajian
Mendatang l
Ulas Bahan l
Kreatif l
Kunjungan
l
Managemen
Coretan
Redaksi l
Sajian
Pembaca l
Uji
Saji l Konsultasi
Kuliner l
Anda
dan Kami
Jalan-Jalan
l Sehat
l Artikel
l Teknopangan