Sedap Sekejap Edisi 1/III Januari 2002


Jalan-jalan ke Ujung Pandang, Perut Kita Bakal Kenyang

l KE MENU UTAMA l

Meski relatif tak banyak jenisnya, toh, hidangan Ujung Pandang selalu dicari orang. Makanya kalau Anda sempat bertandang ke kota Angin Mamiri ini, Anda bakal menyaksikan kedai-kedai makanan yang selalu dipadati pengunjung. Kota ini memang memiliki beberapa hidangan lezat yang khas yang rasanya sulit terlupakan. Nah, inilah sebagian di antaranya. 

COTO MAKASAR 

Hampir tiap daerah di Indonesia memiliki soto. Ada yang sepintas mirip, tetapi ada pula yang berbeda. Cotto makasar adalah salah satu soto yang agak berbeda dari soto-soto yang ada di daerah lainnya. Kuah cotto dibuat agak keruh. Penyebabnya adalah penambahan kacang yang digiling halus. Isinya berupa jeroan dan daging sapi. Soto yang hangat lezat ini dihidangkan bersama irisan lontong. 

Anda yang gemar menikmati soto, dijamin bakal dimanjakan di Ujung Pandang karena yang namanya cotto makasar bertebaran di mana-mana.Hampir di tiap sudut kota bakal Anda temukan satu atau dua pedagang cotto. Kedai mereka diberi nama sesuai dengan nama jalan tempat mangkal dagangan mereka. Bahkan kini di mall pun kita bisa menjumpai kedai yang khusus menjual cotto makasar. 

Saking banyaknya yang menjajakan cotto, kita agak sedikit bingung untuk memilih mana yang sesuai dengan selera kita. 

Salah satu pedagang cotto makasar yang sangat ramai pembeli dan sudah lama beroperasi adalah Cotto Nusantara. Lokasinya memang di Jl. Nusantara, tepatnya di depan pelabuhan peti kemas Makasar. 

Konon Cotto Nusantara sudah ada sejak 30 tahun yang lalu. H Tutu, nama pemilik tempat tersebut, dibantu istrinya, Hajah Salawati Daeng Senga, meneruskan usaha yang terlebih dahulu di rintis oleh orang tua Tutu. Begitu ramainya warung ini, bahkan ketika masih siap siap pun, beberapa pembeli sudah duduk, menunggu dengan sabarnya. Padahal warung ini buka sejak pukul 07. 30 dan baru tutup sampai dagangannya habis. "Ya, kira-kira pukul 10 malamlah," kata Tutu. 

Semangkuk cotto dijual Tutu seharga Rp 4.000. Tidak malah juga sebetulnya untuk semangkuk soto berisi daging, jeroan, dan lontong. Mungkin karena harganya, mungkin juga karena kelezatannya, cotto makasar buatan Tutu ini laku keras. Makanya sehari ia harus bisa menyediakan 60 kilogram daging ,jeroan, dan lidah. 

SOP KONRO & SOP SODARA 

Ada lagi sejenis soto yang juga banyak dicari orang saat berkunjung ke Ujung Pandang. Namanya sop konro dan sop sodara.Bagi mereka yang tidak biasa, kedua nama ini memang agak asing. Tetapi di Jakarta pun sop konro termasuk sop yang banyak penggemarnya. 

Kedua sup ini sebetulnya tidak berbeda jauh. Sop konro isinya daging sapi, sementara sup sodara berisi jeroan, terutama babat. Di dalamnya juga ditambahkan perkedel. Uniknya sop konro, daging sapi disuguhkan bersama tulangnya yang besar-besar hingga begitu tersaji di depan kita, kelihatan amat menggoda. Meski disajikan 

berikut tulang, tidak berarti kita akan kesulitan menyantapnya, lo. 
Begitu masuk mulut, daging akan terlepas dengan sendirinya. Keduanya sama-sama disantap bersama kuah panas yang dibuat dari berbagai macam bumbu serta kluak dan kacang merah yang dilumatkan. 

Bagaimana dengan sop sodara? Ternyata penamaan sop yang juga sama lezatnya ini punya cerita tersendiri. Para penjual sendiri yang memberi nama karena umumnya para penjual ini berasal dari daerah yang sama yakni daerah Pangkep. Karena mereka merasa bersaudara maka sop dagangan mereka diberi nama sop sodara. Para pedagang ini menggelar dagangannya di depan lapangan bola Karebosi, Jl. Jend. Ahmad Yani. Mereka sudah kira kira 20 tahun 

Untuk mencicipi sop konro, Anda cukup menyediakan uang Rp 9.000, sementara sop sodara harganya Rp 5.000. Salah satu warung tenda penjual kedua macam sup ini adalah milik Ny. Nina. Warung ini buka sejak pukul 10 pagi hingga tengah malam. Warung ini bukan main larisnya. "Saya harus menyediakan 10 ekor sapi yang diambil tulang iganya saja," Jelas Nina. 

Sedang untuk sop sodara, Nina hanya menyediakan 10 kilogram daging dan 5 kilogram isi perut. Jangan kaget, Nina bisa mengantungi Rp 800.000 sehari. "Tapi kalau bulan puasa bisa lebih banyak lagi," kata ibu beranak tiga ini bangga. 

lanjut >>

 

Hidangan Utama l Icip-icip l Hidangan Sebulan l Masuk  Dapur l Koki Cilik l Reka l Jumpa Pakar l Manca Kuliner
Seputar Kuliner
l Varia Kuliner l Pernik Cantik l Konsultasi Gizi l Resto Ke Resto l Silaturahmi l Kosa Kuliner  
Dapur Gaya
l Sajian Mendatang l Ulas Bahan l Kreatif l Kunjungan l Managemen
Coretan Redaksi
l Sajian Pembaca l Uji Saji l Konsultasi Kuliner l Anda dan Kami
 Jalan-Jalan
l Sehat Artikel l Teknopangan

KE MENU UTAMA