|
l KE
MENU UTAMA l
|
|
Bila Anda pergi ke suatu tempat dan harus singgah dulu di Tasikmalaya dan Garut, jangan cemas soal makanan. Banyak jajanan oke di situ mulai dari kupat tahu, sate, sampai penganan ringan. Yang patut Anda ingat, meski nama hidangannya sama dengan hidangan di kota Anda, tetapi selalu saja ada ciri khasnya. Selamat mencoba.
|
KUPAT TAHU
Garut boleh dibilang kota kupat tahu. Tak terbilang jumlah pedagang kupat tahu di kota ini. Salah satu pedagang yang sudah terkenal sejak lama ada di jl. Ciledug. Ahmad gozali, sang penjual kondang itu sudah berjualan sejak tahun 1970. Pertama kali berjualan Ahmad hanya bermodalkan pikulan yang ia jajakan di sekitar jalan Ahmad Yani. Baru sekitar tahun 1980 dia menetap di jl. Ciledug. Kupat tahu yang sangat terkenal ini hanya berisi ketupat dan tahu yang dipotong-potong lalu diberi bumbu kacang. Biasanya para pembeli akan ditanya, apakah berniat memakai acar atau tidak. Acarnya terdiri dari wortel dan ketimun. Bisa juga tanpa acar, tetapi memakai taoge. Satu porsi kupat tahu dijual Rp 4.500, terkadang dia juga melayani pembeli yang hanya ingin membeli setengah porsi. Karena satu porsi kupat tahu memang sangat banyak.
Dalam sehari ia mampu menghabiskan sampai 20 ikat ketupat. Satu ikat ketupat terdiri dari 4 buah ketupat.Dengan dibantu oleh dua orang teman, warung makannya buka dari pukul 08.00 sampai pukul 20:00. Namun bila sedang ramai pembeli, warungnya baru bisa tutup sekitar pukul 16.00.
Keistimewaan kupat tahu Gozali, tahunya selalu panas. Jadi, sedap bila disantap dengan taburan cabe bubuk dari cabe rawit kering yang ditumbuk sendiri.
BOLU KOJA
Pedagang kue tradisional yang ada di pasar Mandala Giri Garut memang sangat banyak, namun cuma ada satu penjual yang menjual kue bolu koja. Ibu Suhana sudah berjualan di pasar itu sejak 30 tahun yang lalu.
Kue bolu yang berbentuk lingkaran dengan diameter 7 cm ini terbuat dari bahan tepung terigu, gula jawa, dan kelapa. Memang bolu koja, termasuk jajanan khas kota Garut yang sudah jarang penjualnya. Makanya tak heran kalau bolu koja Suhana tetap banyak
pengemar. Dengan bemodalkan pikulan yang dibawa oleh anaknya, Suhana bisa menjual bolu koja sampai 100 bungkus. Harga per bungkusnya dijual Rp 2.000. Ibu 4 anak ini mulai berjualan dari pukul 06.00 sampai pukul 16.00.
RAGINING
Ragining yang berbahan dasar singkong ini hampir sama dengan rengginang. Hanya bahan dasarnya berbeda. Rengginang yang kita kenal terbuat dari beras ketan. Sementara ragining terbuat dari singkong parut.
Ada pengusaha ragining yang sudah terkenal sejak lama. Usaha keluarga yang diberi nama Pusaka Kurnia ini sudah ada sejak tahun 1982. Tempatnya di desa Cihuni, Kec. Wanaraja Garut. Tiap hari ia bisa menghabiskan sekitar 2 ton singkong yang didatangkan khusus dari daerah Tasikmalaya. Selain ragining, Usep, sang pengusaha, membuat juga rangginang dan opak. Pemasarannya selain di Garut, juga mencapai Cirebon, Surabaya, dan Yogya.
Produk-produk buatan Asep sangat tergantung sekali dengan sinar matahari untuk proses pengerigan. Tetapi bukan berarti kalau cuaca sedang tidak bersahabat, Asep berhenti jualan. Segala cara dicobanya supaya rangginag, ragining, dan opaknya bisa tetap diproduksi. Salah satu cara ialah dengan memasukan raginang Cs. itu kedalam sebuah oven besar.
"Memang cara seperti itu belum bisa sesempurna seperti kalau dikeringkan dengan cahaya matahari," ujar pemuda yang menerusakan usaha ini dari sang ayah.
Rangginang maupun ragining dijual dengan harga Rp 2.500 tiap bungkusnya. Berat tiap bungkus 400 gram. Keduanya bisa ditemukan di toko toko penjual aneka jajanan khas Garut.
lanjut
>>
|